Yuk Bersatu Melawan Berita Palsu! - Teguh Jiwandanu - Blogger Hunter Competition

Rabu, 20 Juni 2018

Yuk Bersatu Melawan Berita Palsu!

YUK BERSATU MELAWAN BERITA PALSU!

Yuk Bersatu Melawan Berita Palsu!. Apakah sobat sudah tau jumlah penduduk dunia di tahun ini? Betul sobat, berdasarkan Badan Statistik Amerika Serikat pada bulan Januari 2018 jumlah penduduk dunia mencapai 7,53 Miliar jiwa dan diperkirakan akan bertambah setiap tahunnya, penambahan jumlah penduduk dunia ini bisa kita buktikan dengan negara kita sendiri lo, di mana negara kita di hari pertama pada bulan Januari 2018 saja bayi yang lahir mencapai 13.370 jiwa yang secara global masuk peringkat 5 besar dunia, di mana 4 negara di atasnya yaitu India dengan 69.070 bayi, China dengan 44.760 bayi, Nigeria dengan 20.210 bayi, dan Pakistan 14.910 bayi. Sedangkan negara yang berada tepat di bawah Indonesia adalah Amerika Serikat dengan 11.280 bayi.

Dari total jumlah penduduk dunia yang mencapai 7,53 Miliar, lebih dari separuhnya telah menggunakan teknologi internet. Hasil survei perusahaan media asal Inggris We Are Social bekerja sama dengan Hootsuite, sebanyak 53% (4,02 Miliar) penduduk dunia merupakan pengguna aktif internet. Sedangkan khusus di negara kita saja jumlah pengguna internet mencapai 132 Juta jiwa yang artinya 50% dari penduduk Indonesia. Untuk pengguna aktif media sosial, di dunia mencapai 3,19 Miliar jiwa sedangkan di Indonesia mencapai 130 Juta jiwa. 

Melihat semakin pesatnya perkembangan teknologi dan banyaknya kebutuhan hidup manusia, tidak menutup kemungkinan peningkatan pengguna aktif media sosial seperti WhatsApp, Facebook, Twitter, Instagram, Youtube dan lain-lain dari tahun ke tahun akan semakin meningkat. Pada hakikatnya terciptanya media-media sosial diharapkan dapat memberikan manfaat bagi penggunanya.


Di zaman sekarang ini, media sosial merupakan sebuah kebutuhan bagi sebagian besar penduduk dunia. Melihat banyaknya manfaat yang dapat diperoleh menjadi alasan mengapa banyak orang menggunakan media sosial. Berdasarkan beberapa sumber, adapun manfaat media sosial yang dapat diperoleh oleh penggunanya yaitu antara lain: 1.) menambah relasi; 2.) mendapatkan uang; 3.) terkenal; 4.) menghilangkan stress; dan 5.) mendapatkan informasi.

Namun di sisi lain, sebagian oknum tertentu menyalahgunakan media sosial untuk dijadikan sebagai tempat melakukan kejahatan tertentu.


Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari www.polisionline.info dan sumber berita lainnya, ada empat kejahatan di media sosial yang sering terjadi: 1.) pencurian akun; 2.) prostitusi online; 3.) penipuan berkedok jual beli online; dan 4.) pemerkosaan dan penculikan.

Selain empat kejahatan diatas, akhir-akhir ini negara kita juga sedang dilanda dengan kejahatan besar yang menggunakan media sosial sebagai tempat penyebarannya. Kejahatan besar itu adalah BERITA PALSU. Berita palsu atau yang sering kita istilahkan dengan Hoaks atau Hoax dikatakan sebagai kejahatan besar karena sangat mudah dan cepat tersebar di media sosial. Berdasarkan sumber berita yang saya dapatkan di Suara.com, bahwa Kadiv Humas Mabes Polri Setyo Wasisto pernah mengatakan bahwa dari hasil penelitian Kemenkominfo, 60% isi dari media sosial adalah hoax.


Lalu pernah enggak kita bayangkan, apa yang akan terjadi jika pengguna aktif media sosial sebanyak 130 Juta jiwa atau hampir setengah dari penduduk di negara kita menerima dan mempercayakan isi berita palsu atau hoax tersebut?, Bagaimana jika isi hoax tersebut adalah fitnah terhadap pemerintah? Bagaimana jika isi hoax tersebut tentang fitnah terhadap SARA tertentu? Apa yang akan terjadi?




1) Jika HOAX itu mengenai Pemerintah
      Hoax yang paling sensitif adalah hoax mengenai pemerintah, banyak sekali hoax mengenai pemerintah yang tersebar melalui media masa seperti WhatsApp dan Facebook. Apa yang akan terjadi jika hoax tersebut dipercayai?, jelas akan terjadi ketidakpercayaan rakyat terhadap pemerintah sehingga dapat menimbulkan terjadinya demonstrasi maupun ketidakefektifan pemerintah dalam menjalankan amanahnya.


2) Jika HOAX itu mengenai SARA
        Selain hoax mengenai pemerintah, hoax yang mengandung unsur SARA pun sangat sensitif dan sangat cepat tersebar luas. Apa yang akan terjadi jika hoax tersebut dipercayai?. Menurut Bapak Kapolri Tito Karnavian, berita bohong (hoax) dengan unsur agama, suku, jika dicerna dengan emosional bukan rasional akan sangat berpotensi memecah belah NKRI.

Itulah hal-hal besar yang bisa saja terjadi jika hoax tersebar luas dan dipercayai oleh rakyat. Lalu apa yang harus kita lakukan dalam menghadapi hoax?









Pertama,  Lawan Hoax. Melawan hoax dapat dilakukan dengan mengklarifikasikannya dengan berita yang sebenarnya. Adapun cara melawan hoax versi Humas Polda Metro Jaya:

Kedua, Kejar Pembuat atau Penyebar Hoax. Mengejar pembuat maupun penyebar hoax dapat dilakukan dengan terlebih dahulu melaporkannya kepada kepolisian RI.
Ketiga, Menangkap Pembuat atau Penyebar Hoax. Setelah dilapor dan dikejar kita percayakan kepada kepolisian untuk menangkapnya.
Keempat, Mengadili Pembuat atau Penyebar Hoax. Proses terakhir adalah mengadili pelaku pembuat atau penyebar hoax, biarkan lembaga pengadilan memberikan sanksi yang pas untuk pembuat atau penyebar hoax.
Pemerintah, kepolisian maupun rakyat bukan berdiri sendiri dalam melawan hoax. Hoax adalah musuh semua orang, musuh kita bersama. Integritas antara pemerintah, kepolisian, dan rakyat adalah cara yang paling ampuh dalam melawan hoax. 

Pada bulan Agustus sampai bulan September 2018 nanti, perayaan olahraga terbesar di Asia yaitu Asian Games ke-18 akan di selenggarakan di negara kita, selain menjadi suatu kehormatan, di sisi lain juga bisa menjadi ancaman bagi negara kita, kenapa bisa menjadi ancaman?, tahukah sobat, ada 45 negara peserta Asian Games ke-18 yang memiliki suku, agama, budaya dan adat yang berbeda-beda yang berpotensi sebagai target pembuat dan penyebar hoax, oleh sebab itu kita sebagai smart netizens harus melawan hoax yang mampu merusak kelancaran perayaan Asian Games.


Selain Asian Games, pada tanggal 17 April 2019 negara kita akan melaksanakan pemilihan umum Pileg dan Pilpres, dan mari kita bersama-sama untuk menyukseskan pemilu 2019 dengan tidak membuat atau menyebarluaskan hoax. 


Yuk bersatu melawan Hoax, karena Hoax adalah musuh kita bersama. Lawan, Kejar, Tangkap, Adili. Dan jangan lupa untuk Saring sebelum di Sharing. Jaga keamanan dan ketertiban negara kita tercinta, hormati dan hargai perbedaan.  
#SebarkanBeritaBaik   #HormatiPerbedaan



Referensi :
Sumber foto :
Modifikasi feature image: Lalu Teguh Jiwandanu
Infografis by: Lalu Teguh Jiwandanu and @humas.pmj




2 komentar:

  1. Memang kita harus lebih berhati-hati dalam membuat dan menyebarkan sebuah konten. Nice article!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali Mbak. Saring sebelum Sharing

      Hapus

Berikan komentar terbaikmu!