Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

MANUSIA



Sebagai manusia, ternyata mengamati manusia yang lain adalah hal yang paling absurd namun menyenangkan untuk dilakukan, bahkan walaupun manusia itu saya sendiri. 

Sebagai manusia yang tidak menyukai manusia yang ramai, bukan tidak menyukai manusianya, tapi tidak menyukai keramaian, entahlah bagi saya manusia yang introvert,  saya merasa ketika dalam keramaian terkadang pikiran dan mulut tidak bisa saya kendalikan, pikirkan saya terlalu liar, tidak bisa diam, dan seperti mengetik.

Terkadang, selesai bercakap-cakap, saya merasa bersalah, saya merasa ada yang aneh yang saya ucapkan atau perlakuan, ada sesuatu yang seharusnya tidak saya katakan, kok saya seperti itu ya, kok saya ngomongnya tinggi, sombong ya, kok saya melebih-lebihkan. Seperti bukan saya, aneh banget. Setelah itu merenunglah di atas motor. 

Mengamatai manusia dan manusia itu saya sendiri adalah hal yang paling aneh, terkadang ada versi yang lain dalam diri ini, ada versi liar tidak terkendali ketika banyak manusia, dan ada versi yang sangat-sangat menyukai "diam".

Ketika menjadi versi diam, mengamati manusia lain adalah hal yang seru bagi saya. Seperti saat ini, saya sedang mengamati banyak karakter manusia. Ya saat ini, saat saya mengetik tulisan ini, saya mengamati sekelompok manusia. Manusia memang banyak sifat dan karakternya ya, seru ah, ada yang pandai bersilat lidah, ada yang pandai meludahi, ada yang suka ludahnya, ada yang dimana-mana meludahi, ada yang tidak meludah dan berlidah, yang paling saya sukai adalah mengamati manusia yang semangatnya tinggi sekali untuk meludahi manusia lain, padahal ludahnya sendiri itu cocok untuk mukanya.

Tapi begitulah manusia, bahkan manusia terbaik yang pernah ada dimuka bumi saja tidak terlepas dari lidah dan ludah. 

Pada akhirnya, saya berkeyakinan dan sangat-sangat yakin bahwa, lidah dan ludah akan kembali pada pemiliknya. Hari ini kita meludahi, besok lidah dan ludah itu akan kembali pada "kehidupan" pemiliknya.

Namun, sampai sekarang saya masih geleng geleng kepala, kenapa manusia itu ga habis-habis ludahnya, yatuhan.




 
Lalu Teguh Jiwandanu
Lalu Teguh Jiwandanu Sahabat Paling Dekat adalah Tulisanmu, Maka Menulislah! Siapa saya?

Post a Comment for "MANUSIA"